Cara Menyimpan Pupuk Hayati agar Mikroba Tetap Hidup
Pupuk hayati adalah produk hidup. Suhu, kelembapan, dan cara menutup kemasan menentukan berapa lama mikroba di dalamnya tetap aktif.
Pupuk hayati kadang disimpan begitu saja di gudang panas atau di bawah atap seng selama berbulan-bulan. Lalu saat dipakai, hasilnya tidak sesuai harapan. Penyebabnya sering bukan produk yang buruk, melainkan penyimpanan yang membuat mikroba di dalamnya melemah.
Suhu sejuk dan stabil
Sebagian besar produk pupuk hayati dianjurkan disimpan di tempat sejuk dan kering. Suhu tinggi mempercepat kematian mikroba, sementara perubahan suhu yang sering membuat kemasan berembun dan memicu pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan. Ruangan yang teduh biasanya cukup.
Kemasan harus tertutup rapat
Kelembapan dan udara dari luar dapat merusak produk, terutama yang berbentuk serbuk. Setelah dibuka, tutup kembali dengan rapat dan pakai sesegera mungkin. Untuk cairan, periksa apakah ada endapan atau bau yang tidak biasa sebelum digunakan.
Jangan disimpan bersama pupuk kimia atau pestisida
Uap dan residu dari bahan kimia dapat mencemari produk hayati, bahkan ketika kemasan terlihat utuh. Simpan pupuk hayati di rak terpisah dan beri label yang jelas.
Masa simpan mengikuti tanggal di kemasan
- Catat tanggal pembelian dan tanggal pertama dibuka.
- Gunakan produk yang paling dekat masa kedaluwarsanya lebih dulu.
- Buang produk yang sudah berbau asam, berjamur, atau berubah warna tidak wajar.
Untuk pelaku usaha yang membeli dalam jumlah besar lalu menjualnya kembali, penyimpanan juga bagian dari kualitas produk. Pembeli tidak akan melihat gudangmu, tapi mereka akan merasakan hasil di lahan mereka.
Formula terkait
Siap coba wujudkan produkmu?
Mulai dari 3 pcs, lihat mockup-nya dulu sebelum produksi.